Sabtu, 17 Mei 2014

Manusia dan Penderitaan


BAB I

PENDAHULUAN

 

A.   LATAR BELAKANG

Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung.  Derita berarti menahan atau menanggung sesuatu yang tidak mengenakkan. Penderitaan itu bisa lahir atau batin, bahkan lahir atau batin.

Penderitaan merupakan realitas dunia dan manusia. Intentitas penderitaan bertingkat tingkat, ada yang berat dan ada juga yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat tidaknya intentitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.

Penderitaan akan dialami oleh semua orang, hal itu sudah merupakan “resiko” hidup. Tuhan memberikan kesenangan kepada umatnya, tetapi juga memberikan penderitaan atau kesedihan yang kadang kadang bermakna agar manusia  sadar untuk tidak memalingkan dari-Nya. Untuk itu manusia telsh diberikan wangsit sebelumnya, hanya saja mampukah manusia menangkap atau tanggap terhadap peringatan yang diberikan-Nya?. Wangsit atau tanda dapat berupa mimpi sebagai pemunculan rasa tidak sadar dari manusia waktu tidur, atau mengetahui melalui membaca koran tentang terjadinya penderitaan.

Bagi manusia yang kuat imannya, musibah yang ia alami akan cepat dapat menyadarkan dirinya untuk cepat bertobat kepada-Nya dan bersikap pasrah akan nasib yang telah ditentukan Allah SWT atas dirinya. Kepasrahan karena yakin bahwa kekuasaan Allah SWT memang jauh lebih besar dari dirinya, akan membuat manusia merasakan dirinya kecil dan menerima takdir. Dalam kepasrahan demikianlah akan diperoleh suatu kedamaian dalam hatinya, sehingga secara berangsur akan berkurang penderitaan yang dialaminya, untuk akhirnya masih dapat bersyukur bahwa Allah SWT tidak memberikan cobaan yang lebih berat dari dialaminya.

Baik dalam Al Qur’an maupun kitab suci agama lain yang banyak surat dan ayat yang menguraikan tentang penderitaan yang dialami oleh manusia atau berisi peringatan bagi manusia akan adanya penderitaan. Tetapi umumnya manusia kurang memperhatikan peringatan tersebut, sehingga manusia mengalami penderitaan.

B.   RUMUSAN MASALAH


1.    Apa yang anda ketahui tentang penderitaan?

2.    Bagaimana cara mengatasi penderitaan?

3.    Apa saja bentuk bentuk penderitaan?

4.    Apa yang membuat seseorang menjadi phobia?

5.    Siapa saja kalangan yang dapat mengalami penderitaan?

6.    Mengapa penderitaan bisa terjadi ?

 

C.   TUJUAN MASALAH


1.    Untuk mengetahui tentang makna penderitaan

2.    Untuk memahami penyebab dari penderitaan

3.    Agar anda memahami cara mengatasi penderitaan

4.    Untuk mengetahui bentuk bentuk penderitaan

5.    Untuk mengetahui penyebab dari phobia
 
 
BAB II
PEMBAHASAN
D. PENDERITAAN
            Dalam Surah Al Insyiqoq ayat 6 dijelaskan bahwa, “manusia ialah makhluk yang hidupnya penuh perjuangan”. Ayat tersebut diartikan, bahwa manusia harus bekerja keras untuk melangsungkan hidupnya. Untuk kelangsungan hidupnya manusia harus menghadapi alam (menaklukkan alam), menghadapi masyarakat sekitarnya dan tidak boleh lupa taqwa kepada Allah SWT. Apabila manusia melalaikan perintah-Nya, maka manusia akan mengalami penderitaan. Bila manusia itu sudah berkeluarga, maka penderitaan itu juga akan dirasakan oleh keluarganya. Penderitaan seperti itu kesalahannya sendiri. Penderitaan fisik yang dialami manusia tentulah diatasi secara medis untuk mengurangi atau menyembuhkan. Sedangkan penderitaan psikis, penyembuhannya terletak  pada kemampuan si penderita dalam menyelesaikan soal soal psikis yang dihadapinya. Sekali lagi semuanya itu merupakan “resiko” karena seseorang mau hidup. Sehingga enak atau tidak enak, bahagia atau sengsara merupakan dua sisi atau masalah yang wajib diatasi.

E. SIKSAAN
            Siksaan artinya sebagai siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan rohani atau jiwa. Akibat yang dialami seseorang, maka timbulah penderitaan.
            Di dalam kitab suci diterangkan jenis dan ancaman siksaan yang dialami seseorang di akhirat nanti, yaitu siksaan bagi orang orang yang syirik, musrik, dengki, memfitnah, mencuri, makan harta anak yatim dan sebagainya. Surah Al Ankabut ayat 40 menjelaskan bahwa :
            “ Masing masing bangsa itu kami siksa dengan ancaman siksaan, karena dosa dosanya. Ada di antara kami hujani dengan batu batu kecil seperti kaum Aad, ada yang diganyang dengan halilintar bergemuruh dahsyat seperti kaum Tsamud, ada pula yang kami benamkan ke dalam tanah seperti Qorun, dan ada pula yang kami tenggelamkan yaitu Kaum Nuh. Dengan siksaan siksaan tersebut, Allah tidak akan menganiaya mereka, namun mereka jualah yang menganiaya diri sendiri, karena dosa dosanya.”
            Siksaan yang bersifat psikis, misalnya kebimbangan, kesepian dan ketakutan.
            Kebimbangan dialami oleh seseorang bila ia pada suatu saat tidak dapat menentukan pilihan yang mana yang akan diambil. Misalnya siapakah dari kawannya yang akan dijadikan sebagai istri. Akibat dari itu manusia seseorang berada dalam keadaan tidak menentu, sehingga ia merasa tersiksa dalam hidupnya. Bagi orang yang lemah pikirannya, masalah kebimbangan akan lama dialaminya, sehingga siksaan itu berkepanjangan. Tetapi bagi orang yang cepat berpikir, masalah yang dihadapi akan cepat teratasi.
            Kesepian dialami oleh seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya sendiri atau jiwanya walaupun lingkungan di sekitarnya ramai. Kesepian juga merupakan penderitaan yang dialami seseorang. Kesepian harus cepat teratasi agar seseorang tidak terus menerus mengalami penderitaan batin. Salah satunya manusia harus mencari kawan agar mengalahkan rasa kesepian. Pada umumnya, orang yang dapat dijadikan “kawan duka” adalah orang yang dapat mengerti dan menghayati kesepian yang dialami oleh sahabatnya.
            Ketakutan merupakan bentuk lain yang dapat menyebabkan seseorang yang mengalami siksaan batin. Bila rasa takut dibesar besarkan yang tidak pada tempatnya, maka disebut phobia. Banyak sebab orang mengalami rasa ketakutan, antara lain :
·         Claustrophobia atau Agoraphobia
Claustrophobia adalah rasa takut terhadap ruangan tertutup. Sebaliknya, agoraphobia merupakan rasa takut terhadap ruangan terbuka.
·         Gamang
Gamang adalah rasa takut terhadap tempat yang tinggi.
·         Kegelapan
Kegelapan merupakan suatu ketakutan seseorang bila ia berada di tempat yang gelap. Rasa takut itu muncul sesuatu yang ditakuti.
·         Kesakitan
Kesakitan merupakan ketakutan yang disebabkan oleh rasa sakit yang dialami.
·         Kegagalan
Kegagalan merupakan ketakutan dari seseorang disebabkan karena merasa bahwa apa yang akan dijalankan mengalami kegagalan. Seseorang yang pernah patah hati, akan merasa trauma karena takut dalam percintaannya mengalami kegagalan.
Apa yang membuat seseorang menjadi phobia ?
            Ahli ahli medis mempunyai pendapat yang berbeda beda dan banyak penderita yang mempunyai teori tentang asal mula dari ketakutan mereka. Kebanyakan seseorang phobia karena tekanan pada waktu tertentu.
            Ahli ahli ilmu jiwa cenderung berpendapat bahwa phobia adalah suatu gejala dari suatu problema psikologis yang mendalam, yang harus dihadapi atau ditemukan sebelum phobia nya hilang. Sebaliknya ahli ahli yang merawat tingkah laku percaya bahwa suatu phobia problemanya dan tidak perlu menemukan sebab sebabnya supaya mendapat perawatan dan pengobatan. Kebanyakan ahli ahli setuju bahwa phobia disebabkan karena si penderita mengalami ketakutan terus menerus.
 
F. KEKALUTAN MENTAL
            Penderita batin disebut juga dengan kekalutan mental. Kekalutan mental disebabkan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga si penderita bertingkah laku kurang wajar.
            Gejala gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :
·         Nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, demam, sesak napas, nyeri pada lambung.
·         Nampak pada kejiwaannya, dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu dan suka marah.
Tahap tahap seseorang mengalami gangguan kejiwaan :
·         Gangguan kejiwaan nampak pada gejala kehidupan baik rohani maupun jasmani
·         Usaha mempertahankan diri dengan cara negatif
·         Kekalutan merupakan mental breakdown dan si penderita mengalami gangguan.

Sebab sebab timbulnya kekalutan adalah :
·         Kepribadian yang lemah, si penderita merasa rendah diri sehingga bisa menghancurkan mentalnya.
·         Terjadinya konflik sosial budaya, tidak dapat menyesuaikan diri dengan norma yang ada di sekitarnya.
·         Cara pematangan batin salah dengan memberikan reaksi sosial yang berlebihan atau over acting sebagai overcompasatie.
 
Proses proses kekalutan yang dialami seseorang bisa mendorongnya ke arah:
·         Positif, trauma (luka jiwa) yang dialami dijawab secara  baik sebagai usaha agar tetap survive dalam hidup.
·         Negatif, trauma (luka jiwa) diperlarutkan, sehingga si penderita mengalami frustasi.
Bentuk Frustasi antara lain :
·         Agresi, kemarahan yang meluap luap akibat emosi yang tidak terkendali. Dan secara fisik berakibat hypertensi (tekanan darah tinggi).
·         Regresi, pola reaksi yang primitif atau kekanak kanakan (infatil).
·         Fiksasi, pembatasan pada suatu pola yang sama, contoh : memukul dada sendiri, membenturkan kepala pada benda yang keras, membisu dan lain lain.
·         Identifikasi, menyamakan diri dengan orang yang lebih sukses, contoh menyamakan kecantikan dengan artis idolanya.
·         Narsisme, self love berlebihan. Merasa yang bersangkutan lebih superior daripada yang lain.
·         Autisme, gejala menutup diri pada dunia nyata, tidak mau berkomunikasi dengan orang lain, asyik dengan dunianya sendiri yang menyebabkan yang bersangkutan menjurus ke sifat yang sinting.
 
Penderita kekalutan banyak terjadi dalam lingkungan seperti :
·         Kota kota besar, yang memberi tantangan hidup yang berat
·         Anak anak muda, yang tidak berhasil mencapai keinginannya.
·         Wanita, pada umumnya wanita merasakan masalah dibawa di dalam hatinya.
·         Orang yang tidak mempunyai agama (atheis)
·         Orang yang terlalu ambisius atau yang mengejar materi, seperti pedagang
Penderitaan yang dialami manusia merupakan beban berat, bagi mereka yang tidak kuat menghadapinya, lebih memilih jalan pintas contohnya bunuh diri.
G. PENDERITAAN DAN PERJUANGAN
            Penderitaan dikatakan sebagai kodrat manusia, artinya sudah menjadi konsekuensi manusia hidup, bahwa manusia yang hidup tidak hanya ditakdirkan untuk bahagia tetapi untuk menderita. Karena itu manusia hidup tidak boleh pesimis harus optimis ia harus berusaha mengatasi masalahnya. Allah berfirman dalam Al Qur’an dalam Surah Arradu ayat 11: “Tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri yang merubahnya.”
Pembebasan dari penderitaan pada hakekatnya meneruskan kelangsungan hidup. Caranya ialah berjuang menghadapi tantangan hidup dalam alam lingkungan, masyarakat sekitar dengan waspada dan disertai doa kepada Allah SWT supaya terhindar dari mara bahaya dan malapetaka. Manusia hanya merencanakan dan Tuhan yang menentukan.
 
H. PENDERITAAN, MEDIA MASSA DAN SENIMAN
            Dalam dunia modern penderitaan terjadi kemungkinan sangat besar. Hal ini telah dibuktikan oleh kemajuan teknologi dan sebagainya. Media massa merupakan alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakat. Tetapi tidak kalah pentingnya komunikasi dilakukan para seniman melalui karya seni sehingga para pembaca dapat menghayati penderitaan sekaligus keindahan karya seni.
 
I. PENDERITAAN DAN SEBAB SEBABNYA
Penderitaan manusia dapat diperinci sebagai berikut:
·         Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia
Penderitaan yang menimpa manusia karena perbuatan buruk manusia dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia dan dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya. Penderitaan ini kadang disebut nasib buruk. Perbuatan buruk manusia kepada orang lain dapat juga menjadi penderitaan.
·         Penderitaan yang timbul karena penyakit, adzab / siksaan Allah
Cara mengatasinya adalah dengan kesabaran, tawakal dan optimisme dapat merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan itu.
J. PENGARUH PENDERITAAN
Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam macam dan sikap dalam dirinya, bisa pengaruh positif atau negatif. Pengaruh negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, kecewa, putus asa, ingin bunuh diri. Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan tetapi perjuangan membebaskan diri dari penderitaan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah dan lain sebagainya.
 
           
BAB III
 
KESIMPULAN
 
 
Kesimpulan dari topik pembahasan ini adalah setiap manusia mempunyai penderitaan berbagai macam, baik ringan maupun berat. Manusia diciptakan tidak hanya untuk bersenang senang tetapi untuk menderita. Hanya saja bagaimana cara manusia mengatasi penderitaan tersebut. Penderitaan adalah bagian manusia yang bersifat kodrati. Manusia adalah makhluk yang berbudaya, dengan budayanya itu ia berusaha mengatasi penderitaan yang mengancam. Hal ini membuat manusia lebih kreatif, bagi si penderita maupun bagi orang lain yang melihatnya. Untuk mengatasi penderitaan berserah diri kepada Allah SWT, karena manusia hanya berencana tetapi yang menentukan semuanya hanya Allah SWT. 
 
 

 
DAFTAR PUSTAKA

 

Nugroho, Widyo. Ilmu Budaya Dasar. Gunadarma. Jakarta:1994.





By :

Asri Safirannisa
1 IA 02
 
 
 
 
 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar