BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Manusia dalam hidupnya tak lepas dari permasalahan. Manusia dalam hidupnya
pasti pernah mengalami kegelisahan. Gelisah
tergolong penyakit batin, penyakit ini dapat menyerang siapa saja, dari golongan apa, Bila dibandingkan dengan rasa takut, daerah
operasinya lebih luas. Sebab orang yang pemberani, tak mungkin diserang oleh
rasa takut. Atau orang yang mempunyai obat penangkal takut juga tidak akan
dijamahnya. Umpama orang yang pernah mengerjakan perbuatan salah sudah pasti
tidak akan takut untuk dituntut. Begitu pula seorang yang kaya, pasti tidak
akan takut kelaparan, dan sebagainya. Tetapi walaupun benar, kaya, pandai,
jujur, dan sebagainya pasti akan dilanda perasaan gelisah.
Kegelisahan merupakan rasa kekhawatiran yang ada dalam diri manusia, rasa ini
disebabkan karena kurang tentramnya jiwa seseorang tersebut, atau rasa tidak
tenang (tidak sabar) yang menyebabkan rasa gelisah ini mincul. Pada hakekatnya sebab-sebab orang gelisah disebabkan karena rasa takut pada
hak-haknya. Namun terlepas dari itu usaha untuk mengatasi kegelisan sangatlah
perlu. Yaitu dengan dimulai dari diri kita sendiri, dengan
bersikap tenang dan tidak terbawa pengaruh emosi dalam jiwa kita. Karena jiwa
kita sendirilah yang dapat kita kontrol untuk terlepas dari rasa kegelisahan.
Kegelisahan yang sering terjadi pada manusia adalah disaat seseorang pernah
melakukan sebuah perbuatan buruk. Hal ini lah yang membuat seseorang mengalami
kegelisahan. Hatinya tidak tenang, dia merasa cemas. Karena terlalu memikirkan
perbuatan buruk yang sudah dilakukannya. Akhirnya orang tersebut terlihat
murung, menyendiri dan merasa kesepian dan terasing.
B.
RUMUSAN MASALAH
Adapun rumusan masalah
yang akan kami bahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Apakah pengertian kegelisahan?
2. Apakah faktor penyebab terjadinya
kegelisahan?
3. Bagaimana cara mengatasi kegelisahan?
4. Apa saja bentuk –
bentuk kegelisahan?
C. TUJUAN MAKALAH
Berikut tujuan
disusunnya makalah ini antara lain:
1. Untuk mengetahui pengertian kegelisahan
2. Untuk mengetahui penyebab terjadinya
kegelisahan
3. Untuk mengetahui cara mengatasi
kegelisahan
4. Untuk mengetahui
bentuk – bentuk kegelisahan
BAB
II
PEMBAHASAN
C. MACAM MACAM KEGELISAHAN
§ Kecemasan
Obyektif
Kecemasan
tentang kenyataan adalah suatu pengalaman perasaan akibat pengamatan atau suatu
bahaya dalam dunia luar. Bahaya adalah sikap keadaan dalam lingkungan seseorang
yang mengancam untuk mencelakakanya. Pengalaman bahaya dan timbulnya kecemasan
mungkin dari sifat pembawaan, dalam arti kata, bahwa seseorang mewarisi
kecenderungan untuk menjadi takut kalau ia berada dekat dengan benda benda
tertentu atau keadaan tertentu dari lingkungannya.
Kenyataan
yang pernah dialami seseorang, misalnya seorang anak pernah dicabuli oleh
lelaki yang tidak bertanggung jawab, sehingga membuat si anak takut bila
melihat lelaki saat ia sendiri, terlebih jumlahnya banyak. Kecemasan akibat
dari kenyataan yang pernah dialami sangat terasa apabila kenyataan tersebut
mengancam eksitensi hidupnya. Karena seseorang tidak mampu mengatasinya waktu
itu, timbulah stress. Kecemasan yang dialami oleh bayi atau anak kecil dan
sangat berkesan akan nampak kembali saat ia sudah dewasa.
§ Kecemasan
noeritis
Kecemasaan
ini timbul karena pengamatan tentang bahaya dari naruniah. Menurut Sigmund
Freud, kecemasan ini dibagi menjadi tiga macam, yakni :
ü Kecemasan
yang timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungan, kecemasan ini timbul
karena orang itu takut akan bayangannya sendiri, sehingga menekan dan menguasai
ego. Kecemasan ini menjadi sifat dari seseorang yang gelisah, yang selalu
mengira bahwa sesuatu yang hebat akan terjadi.
ü Bentuk
ketakutan yang tegang dan irrasional (phobia). Bentuk khusus dari phobia adalah
bahwa intesitet ketakutan melebihi proporsi yang sebenarnya dari obyek yang
ditakutkannya.
ü Rasa
takut lainnya adalah, rasa gugup, gagap, dll. Reaksi ini muncul secara tiba
tiba tanpa ada provokasi yang tegas. Reaksi gugup ini adalah perbuatan
mereadakan diri yang bertujuan untuk membebaskan seseorang dari kecemasan
neoritis yang sangat meyakitkan dengan jalan melakukan sesuatu yang dikehendaki
oleh id meskipun ego superego melarangnya.
§ Kecemasan
Moril
Kecemasan
moril disebabkan karena pribadi seseorang. Tiap pribadi memiliki berbagai macam
emosi antara lain, iri, benci, dendam, dengki, marah, gelisah, cinta, rasa
kurang puas. Sifat tersebut merupakan sifat tidak terpuji, bahkan mengakibatkan
manusia akan merasa khawatir, takut, cemas, gelisah dan putus asa.
D.
SEBAB SEBAB ORANG GELISAH
Apabila kita kaji, sebab sebab orang gelisah adalah
karena pada hakekatnya orang takut kehilangan hak haknya atau bisa juga karena
stress. Hal itu disebabkan karena bahaya
itu mengancam akan hilangnya beberapa orang sekaligus.
E.
USAHA USAHA MENGATASI KEGELISAHAN
Cara
mengatasi kegelisahan, harus dimulai dari diri sendiri. Yaitu kita bersikap
tenang, dengan bersikap tenang kita juga dapat berpikir tenang, sehingga kita
dapat mengatasi kesulitan.
Untuk
mengatasi kegelisahan yang paling ampuh kita memasrahkan diri kepada Allah SWT.
Kita pasrahkan nasib kepada-Nya. Kita harus percaya bahwa Allah SWT Maha Kuasa,
Maha Pengasih, Maha Penyayang, dan Maha Pengasih.
F.
KETERSAINGAN
Ketersaingan berasal
dari kata terasing, kata itu adalah dari kata dasar asing. Kata asing berarti
sendiri, tidak dikenal orang sehingga kata terasing berarti, tersisihkan dari
pergaulan, terpisahkan dari orang lain. Jadi keterasingan berarti hal hal yang
berkenaan dengan tersisihkan dari pergaulan, terpencil atau terpisah orang
lain.
Ketersaingan adalah bagian hidup dari manusia. Sebentar
atau lama orang pernah mengalami ketersaingan, sudah tentu dengan sebab dan
kadar yang berbeda satu sama lain.
Yang menyebabkan orang berada dalam ketersaingan itu
ialah perilakunya yang tidak dapat diterima atau tidak dapat dibenarkan oleh
masyarakat, sehingga ia sulit menyesuaikan diri.
Orang yang bersikap angkuh, sombong, besar kepala, tidak
menghormati orang lain selalu akan tersisih dari pergaulan, karena perilaku
seperti ini tidak disenangi oleh masyarakat. Orang lain akan tersentuh nilai
nilai kemanusiaannya, apabila bergaul dengan orang yang bersikap sombong,
angkuh, tidak menghormati orang lain. Karena itu ia dibenci oleh masyarakat,
sehingga ia terasingkan. Kesalahan yang dibuat seseorang juga dapat membuat keterasingan,
karena itu ia merasa gelisah.
G.
KESEPIAN
Kesepian berasal dari
kata sepi yang berarti sunyi, lengang, sehingga kata kesepian berarti merasa
sunyi, lengang, tidak berteman. Setiap orang pernah mengalami kesepian, karena
kesepian adalah bagian dari kesepian, lama kelamaan rasa sepi itu bergantung kepada
mental seseorang dan kasus penyebabnya.
Sebab
sebab Kesepian :
Bermacam
macam penyebab kesepian, frustasi juga dapat mengakibatkan kesepian. Dalam hal
seperti itu, orang tidak mau diganggu, lebih senang menyendiri, tidak suka
bergaul, dan sebagainya.
Orang
yang frustasi menyebabkan rendah diri, sengaja menjauhi keramaian, kebalikan
dengan orang yang sombong. Orang yang bersikap rendah diri, pemalu, minder, merasa
dirinya kurang berharga dibandingkan dengan orang lain, maka orang itu lebih
sering menyendiri. Akibatnya ia merasa kesepian.
H.
KETIDAKPASTIAN
Ketidakpastian
berasal dari kata tidak pasti, artinya tidak menentu, tidak dapat ditentukan,
tidak tahu arah yang jelas, tanpa asal usul yang jelas. Ketidakpastian berarti
keadaan tidak menentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu arah yang jelas,
tanpa asal usul yang jelas. Itu semua disebabkan karena pikiran tidak dapat
konsentrasi. Ketidak konsentrasian disebabkan oleh berbagai sebab, yang jelas
pikirannya kacau.
Sebab
sebab Ketidakpastian :
Orang
yang pikirannya terganggu tidak dapat lagi berpikir teratur, tidak bisa
mengambil kesimpulan. Dalam berpikir,
manusia dapat menerima rangsang rangsangan lain, sehingga jalan pikirannya
terganggu atau kacau oleh rangsang rangsangan baru. Kalau ia bisa berpikir
dengan baik akan memakan waktu yang lama. Mereka menampakkan tanda tanda
obsesi, phobia, delusi, gerakan gemetar, kehilangan pengertian, kehilangan
untuk menangkap sesuatu.
Beberapa sebab orang tidak dapat
berpikir pasti ialah :
Ø Obsesi,
ialah gejala neurosa jiwa, yaitu adanya pikiran atau perasaan tertentu terus
menerus. Biasanya tentang hal hal yang tidak menyenangkan. Misalnya selalu
berpikir ada orang yang ingin menjatuhkan dia.
Ø Phobia, ialah
rasa takut yang tak terkendali, tidak normal, terhadap sesuatu hal atau
kejadian yang tanpa diketahui sebab sebabnya.
Ø Kompulasi, adalah
keragu-raguan tentang apa yang telah dikerjakan, sehingga dorongan yang tak
disadari melakukan perbuatan yang serupa berkali kali.
Ø Histeria, ialah
neorosa jiwa yang disebabkan oleh tekanan mental, kekecewaan, pengalaman pahit
yang menekan, kelemahan syaraf, tidak mampu menguasai diri, sugesti dari sikap
orang lain.
Ø Delusi, menunjukkan
sikap yang tidak beres, karena berdasarkan suatu keyakinan palsu.
Delusi dibagi menjadi 3 macam :
1.
Delusi
persekusi, menganggap keadaan sekitar jelek.
2.
Delusi
keagungan, menganggap dirinya itu besar dan penting.
Sehingga ia menjadi gila hormat. Yang membuat ia dijauhi oleh orang lain.
3.
Delusi
Melancholis, merasa dirinya berdosa, bersalah dan hina.
Hilangnya kesadaran dan menyebabkan otot otot tidak berkuasa.
Ø Halusinasi, khayalan
yang terjadi tanpa adanya rangsangan panca indera. Kadang kadang karena
halusinasi orang merasa dapat tekanan.
Ø Keadaan emosi, dalam
keadaan tertentu orang sangat berpengaruh kepada emosi, sikapnya dapat apatis
atau terlalu gembira dengan gerakan lari larian, nyanyian, ketawa atau bicara.
Sikap ini dapat berupa kesedihan yang mendalam, tidak semangat, gelisah, resah,
gundah gulana, suka mengeluh, termenung, menyendiri.
I.
USAHA
USAHA PENYEMBUHAN KETIDAKPASTIAN
Untuk
dapat menyembuhkan keadaan itu bergantung kepada si mental penderita. Jalan
yang terbaik bagi si penderita ialah diajak pergi ke psikologi atau psikiater.
Andaikata mereka sadar, kesembuhan itu adalah karena pengalaman. Jadi yang
menyembuhkan adalah masyarakat sekitarnya
dan dirinya sendiri.
BAB
III
KESIMPULAN
Kesimpulan
dari topik pembahasan ini adalah setiap manusia mempunyai rasa gelisah, maka saya dapat menyimpulkan bahwa kegelisahan merupakan bagian
hidup manusia. Tiap manusia, dengan tidak memperdulikan segala latar
belakang dan kemampuannya, pasti akan mengalami kegelisahan, entah sebentar
atau lama, relative ringan ataupun berat. Yang demikian ini boleh jadi sangat
wajar mengingat manusia mempunyai hati dan perasaan.
Apabila manusia tidak bisa
menjaga hakikat dirinya dan hakikat hidupnya maka yang timbul adalah
kegelisahan .sumber dari kegelisahan adalah hawa nafsu dan sikap pamrih (tidak
ikhlas). Kedua hal ini akan menyebabkan munculnya sikap keserakahan dan konflik
yang juga memunculkan ketakutan, kekecewaan, dan pada akhirnya adalah
kegelisahan.
Adapun
bentuk-bentuk kegelisahan berupa keterasingan, kesepian, dan ketidakpastian
mempunyai hubungan yang erat dan mempengaruhi satu sama lain. Keterasingan
dalam satu dan lain kesempatan bisa membuahkan kegelisahan. Dan sebaliknya, kegelisahan
yang begitu hebat bisa saja menimbulkan keterasingan. Kemudian dari
keterasingan yang dialami seseorang bisa saja menciptakan kondisi
kesepian dan karena kesepian itupun bisa saja menimbulkan ketidakpastian.
Keterasingan bisa jadi merupakan perilaku sosiopatik dan sikap apatis
yang tidak menyadari bahwa manusia adalah makhluk yang bermasyarakat dan tidak
bisa hidup sendiri. Untuk mengatasi kegelisahan yang dialami
manusia, cara yang paling ampuh adalah kita dituntut untuk bersifat qana’ah (berpikir
positif) dan uswatun hasanah
kembalikan semuanya kepada Allah SWT dan selalu mengingat-Nya.
DAFTAR PUSTAKA
Nugroho,
Widyo. Ilmu Budaya Dasar. Gunadarma.
Jakarta:1994.
http://manusiadankegelisahan77.blogspot.com/
B.
C.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar