Sabtu, 17 Mei 2014

Manusia dan Kegelisahan


BAB I 

PENDAHULUAN

A.      LATAR BELAKANG

Manusia dalam hidupnya tak lepas dari permasalahan. Manusia dalam hidupnya pasti pernah mengalami kegelisahan. Gelisah tergolong penyakit batin, penyakit ini dapat menyerang siapa saja, dari golongan apa, Bila dibandingkan dengan rasa takut, daerah operasinya lebih luas. Sebab orang yang pemberani, tak mungkin diserang oleh rasa takut. Atau orang yang mempunyai obat penangkal takut juga tidak akan dijamahnya. Umpama orang yang pernah mengerjakan perbuatan salah sudah pasti tidak akan takut untuk dituntut. Begitu pula seorang yang kaya, pasti tidak akan takut kelaparan, dan sebagainya. Tetapi walaupun benar, kaya, pandai, jujur, dan sebagainya pasti akan dilanda perasaan gelisah.

Kegelisahan merupakan rasa kekhawatiran yang ada dalam diri manusia, rasa ini disebabkan karena kurang tentramnya jiwa seseorang tersebut, atau rasa tidak tenang (tidak sabar) yang menyebabkan rasa gelisah ini mincul. Pada hakekatnya sebab-sebab orang gelisah disebabkan karena rasa takut pada hak-haknya. Namun terlepas dari itu usaha untuk mengatasi kegelisan sangatlah perlu. Yaitu dengan dimulai dari diri kita sendiri, dengan bersikap tenang dan tidak terbawa pengaruh emosi dalam jiwa kita. Karena jiwa kita sendirilah yang dapat kita kontrol untuk terlepas dari rasa kegelisahan.

Kegelisahan yang sering terjadi pada manusia adalah disaat seseorang pernah melakukan sebuah perbuatan buruk. Hal ini lah yang membuat seseorang mengalami kegelisahan. Hatinya tidak tenang, dia merasa cemas. Karena terlalu memikirkan perbuatan buruk yang sudah dilakukannya. Akhirnya orang tersebut terlihat murung, menyendiri dan merasa kesepian dan terasing.


B.       RUMUSAN MASALAH

Adapun rumusan masalah yang akan kami bahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut :

1.      Apakah pengertian kegelisahan?

2.      Apakah faktor penyebab terjadinya kegelisahan?

3.      Bagaimana cara mengatasi kegelisahan?

4.      Apa saja bentuk – bentuk kegelisahan?
 

C.      TUJUAN MAKALAH
Berikut tujuan disusunnya makalah ini antara lain:

1.      Untuk mengetahui pengertian kegelisahan

2.      Untuk mengetahui penyebab terjadinya kegelisahan

3.      Untuk mengetahui cara mengatasi kegelisahan

4.      Untuk mengetahui bentuk – bentuk kegelisahan



 
BAB II
PEMBAHASAN
 
C. MACAM MACAM KEGELISAHAN
§  Kecemasan Obyektif
Kecemasan tentang kenyataan adalah suatu pengalaman perasaan akibat pengamatan atau suatu bahaya dalam dunia luar. Bahaya adalah sikap keadaan dalam lingkungan seseorang yang mengancam untuk mencelakakanya. Pengalaman bahaya dan timbulnya kecemasan mungkin dari sifat pembawaan, dalam arti kata, bahwa seseorang mewarisi kecenderungan untuk menjadi takut kalau ia berada dekat dengan benda benda tertentu atau keadaan tertentu dari lingkungannya.
Kenyataan yang pernah dialami seseorang, misalnya seorang anak pernah dicabuli oleh lelaki yang tidak bertanggung jawab, sehingga membuat si anak takut bila melihat lelaki saat ia sendiri, terlebih jumlahnya banyak. Kecemasan akibat dari kenyataan yang pernah dialami sangat terasa apabila kenyataan tersebut mengancam eksitensi hidupnya. Karena seseorang tidak mampu mengatasinya waktu itu, timbulah stress. Kecemasan yang dialami oleh bayi atau anak kecil dan sangat berkesan akan nampak kembali saat ia sudah dewasa.
§  Kecemasan noeritis
Kecemasaan ini timbul karena pengamatan tentang bahaya dari naruniah. Menurut Sigmund Freud, kecemasan ini dibagi menjadi tiga macam, yakni :
ü  Kecemasan yang timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungan, kecemasan ini timbul karena orang itu takut akan bayangannya sendiri, sehingga menekan dan menguasai ego. Kecemasan ini menjadi sifat dari seseorang yang gelisah, yang selalu mengira bahwa sesuatu yang hebat akan terjadi.
ü  Bentuk ketakutan yang tegang dan irrasional (phobia). Bentuk khusus dari phobia adalah bahwa intesitet ketakutan melebihi proporsi yang sebenarnya dari obyek yang ditakutkannya.
ü  Rasa takut lainnya adalah, rasa gugup, gagap, dll. Reaksi ini muncul secara tiba tiba tanpa ada provokasi yang tegas. Reaksi gugup ini adalah perbuatan mereadakan diri yang bertujuan untuk membebaskan seseorang dari kecemasan neoritis yang sangat meyakitkan dengan jalan melakukan sesuatu yang dikehendaki oleh id meskipun ego superego melarangnya.
§  Kecemasan Moril
Kecemasan moril disebabkan karena pribadi seseorang. Tiap pribadi memiliki berbagai macam emosi antara lain, iri, benci, dendam, dengki, marah, gelisah, cinta, rasa kurang puas. Sifat tersebut merupakan sifat tidak terpuji, bahkan mengakibatkan manusia akan merasa khawatir, takut, cemas, gelisah dan putus asa.

D. SEBAB SEBAB ORANG GELISAH
            Apabila kita kaji, sebab sebab orang gelisah adalah karena pada hakekatnya orang takut kehilangan hak haknya atau bisa juga karena stress.  Hal itu disebabkan karena bahaya itu mengancam akan hilangnya beberapa orang sekaligus.
E. USAHA USAHA MENGATASI KEGELISAHAN
Cara mengatasi kegelisahan, harus dimulai dari diri sendiri. Yaitu kita bersikap tenang, dengan bersikap tenang kita juga dapat berpikir tenang, sehingga kita dapat mengatasi kesulitan.
Untuk mengatasi kegelisahan yang paling ampuh kita memasrahkan diri kepada Allah SWT. Kita pasrahkan nasib kepada-Nya. Kita harus percaya bahwa Allah SWT Maha Kuasa, Maha Pengasih, Maha Penyayang, dan Maha Pengasih.
 
F. KETERSAINGAN
            Ketersaingan berasal dari kata terasing, kata itu adalah dari kata dasar asing. Kata asing berarti sendiri, tidak dikenal orang sehingga kata terasing berarti, tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan dari orang lain. Jadi keterasingan berarti hal hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari pergaulan, terpencil atau terpisah orang lain.
            Ketersaingan adalah bagian hidup dari manusia. Sebentar atau lama orang pernah mengalami ketersaingan, sudah tentu dengan sebab dan kadar yang berbeda satu sama lain.
            Yang menyebabkan orang berada dalam ketersaingan itu ialah perilakunya yang tidak dapat diterima atau tidak dapat dibenarkan oleh masyarakat, sehingga ia sulit menyesuaikan diri.
            Orang yang bersikap angkuh, sombong, besar kepala, tidak menghormati orang lain selalu akan tersisih dari pergaulan, karena perilaku seperti ini tidak disenangi oleh masyarakat. Orang lain akan tersentuh nilai nilai kemanusiaannya, apabila bergaul dengan orang yang bersikap sombong, angkuh, tidak menghormati orang lain. Karena itu ia dibenci oleh masyarakat, sehingga ia terasingkan. Kesalahan yang dibuat seseorang juga dapat membuat keterasingan, karena itu ia merasa gelisah.
 
G. KESEPIAN
            Kesepian berasal dari kata sepi yang berarti sunyi, lengang, sehingga kata kesepian berarti merasa sunyi, lengang, tidak berteman. Setiap orang pernah mengalami kesepian, karena kesepian adalah bagian dari kesepian, lama kelamaan rasa sepi itu bergantung kepada mental seseorang dan kasus penyebabnya.
Sebab sebab Kesepian :
Bermacam macam penyebab kesepian, frustasi juga dapat mengakibatkan kesepian. Dalam hal seperti itu, orang tidak mau diganggu, lebih senang menyendiri, tidak suka bergaul, dan sebagainya.
Orang yang frustasi menyebabkan rendah diri, sengaja menjauhi keramaian, kebalikan dengan orang yang sombong. Orang yang bersikap rendah diri, pemalu, minder, merasa dirinya kurang berharga dibandingkan dengan orang lain, maka orang itu lebih sering menyendiri. Akibatnya ia merasa kesepian.
 
H. KETIDAKPASTIAN
            Ketidakpastian berasal dari kata tidak pasti, artinya tidak menentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu arah yang jelas, tanpa asal usul yang jelas. Ketidakpastian berarti keadaan tidak menentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu arah yang jelas, tanpa asal usul yang jelas. Itu semua disebabkan karena pikiran tidak dapat konsentrasi. Ketidak konsentrasian disebabkan oleh berbagai sebab, yang jelas pikirannya kacau.
Sebab sebab Ketidakpastian :
Orang yang pikirannya terganggu tidak dapat lagi berpikir teratur, tidak bisa mengambil kesimpulan.  Dalam berpikir, manusia dapat menerima rangsang rangsangan lain, sehingga jalan pikirannya terganggu atau kacau oleh rangsang rangsangan baru. Kalau ia bisa berpikir dengan baik akan memakan waktu yang lama. Mereka menampakkan tanda tanda obsesi, phobia, delusi, gerakan gemetar, kehilangan pengertian, kehilangan untuk menangkap sesuatu.
Beberapa sebab orang tidak dapat berpikir pasti ialah :
Ø  Obsesi, ialah gejala neurosa jiwa, yaitu adanya pikiran atau perasaan tertentu terus menerus. Biasanya tentang hal hal yang tidak menyenangkan. Misalnya selalu berpikir ada orang yang ingin menjatuhkan dia.

Ø  Phobia, ialah rasa takut yang tak terkendali, tidak normal, terhadap sesuatu hal atau kejadian yang tanpa diketahui sebab sebabnya.
 
Ø  Kompulasi, adalah keragu-raguan tentang apa yang telah dikerjakan, sehingga dorongan yang tak disadari melakukan perbuatan yang serupa berkali kali.
Ø  Histeria, ialah neorosa jiwa yang disebabkan oleh tekanan mental, kekecewaan, pengalaman pahit yang menekan, kelemahan syaraf, tidak mampu menguasai diri, sugesti dari sikap orang lain.
Ø  Delusi, menunjukkan sikap yang tidak beres, karena berdasarkan suatu keyakinan palsu.
Delusi dibagi menjadi 3 macam :
1.    Delusi persekusi, menganggap keadaan sekitar jelek.
2.    Delusi keagungan, menganggap dirinya itu besar dan penting. Sehingga ia menjadi gila hormat. Yang membuat ia dijauhi oleh orang lain.
3.    Delusi Melancholis, merasa dirinya berdosa, bersalah dan hina. Hilangnya kesadaran dan menyebabkan otot otot tidak berkuasa.
Ø  Halusinasi, khayalan yang terjadi tanpa adanya rangsangan panca indera. Kadang kadang karena halusinasi orang merasa dapat tekanan.
 
Ø  Keadaan emosi, dalam keadaan tertentu orang sangat berpengaruh kepada emosi, sikapnya dapat apatis atau terlalu gembira dengan gerakan lari larian, nyanyian, ketawa atau bicara. Sikap ini dapat berupa kesedihan yang mendalam, tidak semangat, gelisah, resah, gundah gulana, suka mengeluh, termenung, menyendiri.
I.              USAHA USAHA PENYEMBUHAN KETIDAKPASTIAN
Untuk dapat menyembuhkan keadaan itu bergantung kepada si mental penderita. Jalan yang terbaik bagi si penderita ialah diajak pergi ke psikologi atau psikiater. Andaikata mereka sadar, kesembuhan itu adalah karena pengalaman. Jadi yang menyembuhkan adalah masyarakat sekitarnya  dan dirinya sendiri.
 

 

BAB III
KESIMPULAN
 
Kesimpulan dari topik pembahasan ini adalah setiap manusia mempunyai rasa gelisah, maka saya dapat menyimpulkan bahwa kegelisahan merupakan bagian hidup manusia. Tiap manusia, dengan tidak memperdulikan  segala latar belakang dan kemampuannya, pasti akan mengalami kegelisahan, entah sebentar atau lama, relative ringan ataupun berat. Yang demikian ini boleh jadi sangat wajar mengingat manusia mempunyai hati dan perasaan.
Apabila manusia tidak bisa menjaga hakikat dirinya dan hakikat hidupnya maka yang timbul adalah kegelisahan .sumber dari kegelisahan adalah hawa nafsu dan sikap pamrih (tidak ikhlas). Kedua hal ini akan menyebabkan munculnya sikap keserakahan dan konflik yang juga memunculkan ketakutan, kekecewaan, dan pada akhirnya adalah kegelisahan.
Adapun bentuk-bentuk kegelisahan berupa keterasingan, kesepian, dan ketidakpastian mempunyai hubungan yang erat dan mempengaruhi satu sama lain. Keterasingan dalam satu dan lain kesempatan bisa membuahkan kegelisahan. Dan sebaliknya, kegelisahan yang begitu hebat bisa saja menimbulkan keterasingan. Kemudian dari keterasingan yang dialami seseorang  bisa saja menciptakan kondisi kesepian dan karena kesepian itupun bisa saja menimbulkan ketidakpastian. Keterasingan bisa jadi merupakan  perilaku sosiopatik dan sikap apatis yang tidak menyadari bahwa manusia adalah makhluk yang bermasyarakat dan tidak bisa hidup sendiri. Untuk mengatasi kegelisahan yang dialami manusia, cara yang paling ampuh adalah kita dituntut untuk bersifat qana’ah (berpikir positif) dan uswatun hasanah kembalikan semuanya kepada Allah SWT dan selalu mengingat-Nya.


DAFTAR PUSTAKA
 

Nugroho, Widyo. Ilmu Budaya Dasar. Gunadarma. Jakarta:1994.

 

http://manusiadankegelisahan77.blogspot.com/

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

B.      
C.      

Tidak ada komentar:

Posting Komentar