Sabtu, 17 Mei 2014

Manusia dan Penderitaan


BAB I

PENDAHULUAN

 

A.   LATAR BELAKANG

Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung.  Derita berarti menahan atau menanggung sesuatu yang tidak mengenakkan. Penderitaan itu bisa lahir atau batin, bahkan lahir atau batin.

Penderitaan merupakan realitas dunia dan manusia. Intentitas penderitaan bertingkat tingkat, ada yang berat dan ada juga yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat tidaknya intentitas penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.

Penderitaan akan dialami oleh semua orang, hal itu sudah merupakan “resiko” hidup. Tuhan memberikan kesenangan kepada umatnya, tetapi juga memberikan penderitaan atau kesedihan yang kadang kadang bermakna agar manusia  sadar untuk tidak memalingkan dari-Nya. Untuk itu manusia telsh diberikan wangsit sebelumnya, hanya saja mampukah manusia menangkap atau tanggap terhadap peringatan yang diberikan-Nya?. Wangsit atau tanda dapat berupa mimpi sebagai pemunculan rasa tidak sadar dari manusia waktu tidur, atau mengetahui melalui membaca koran tentang terjadinya penderitaan.

Bagi manusia yang kuat imannya, musibah yang ia alami akan cepat dapat menyadarkan dirinya untuk cepat bertobat kepada-Nya dan bersikap pasrah akan nasib yang telah ditentukan Allah SWT atas dirinya. Kepasrahan karena yakin bahwa kekuasaan Allah SWT memang jauh lebih besar dari dirinya, akan membuat manusia merasakan dirinya kecil dan menerima takdir. Dalam kepasrahan demikianlah akan diperoleh suatu kedamaian dalam hatinya, sehingga secara berangsur akan berkurang penderitaan yang dialaminya, untuk akhirnya masih dapat bersyukur bahwa Allah SWT tidak memberikan cobaan yang lebih berat dari dialaminya.

Baik dalam Al Qur’an maupun kitab suci agama lain yang banyak surat dan ayat yang menguraikan tentang penderitaan yang dialami oleh manusia atau berisi peringatan bagi manusia akan adanya penderitaan. Tetapi umumnya manusia kurang memperhatikan peringatan tersebut, sehingga manusia mengalami penderitaan.

B.   RUMUSAN MASALAH


1.    Apa yang anda ketahui tentang penderitaan?

2.    Bagaimana cara mengatasi penderitaan?

3.    Apa saja bentuk bentuk penderitaan?

4.    Apa yang membuat seseorang menjadi phobia?

5.    Siapa saja kalangan yang dapat mengalami penderitaan?

6.    Mengapa penderitaan bisa terjadi ?

 

C.   TUJUAN MASALAH


1.    Untuk mengetahui tentang makna penderitaan

2.    Untuk memahami penyebab dari penderitaan

3.    Agar anda memahami cara mengatasi penderitaan

4.    Untuk mengetahui bentuk bentuk penderitaan

5.    Untuk mengetahui penyebab dari phobia
 
 
BAB II
PEMBAHASAN
D. PENDERITAAN
            Dalam Surah Al Insyiqoq ayat 6 dijelaskan bahwa, “manusia ialah makhluk yang hidupnya penuh perjuangan”. Ayat tersebut diartikan, bahwa manusia harus bekerja keras untuk melangsungkan hidupnya. Untuk kelangsungan hidupnya manusia harus menghadapi alam (menaklukkan alam), menghadapi masyarakat sekitarnya dan tidak boleh lupa taqwa kepada Allah SWT. Apabila manusia melalaikan perintah-Nya, maka manusia akan mengalami penderitaan. Bila manusia itu sudah berkeluarga, maka penderitaan itu juga akan dirasakan oleh keluarganya. Penderitaan seperti itu kesalahannya sendiri. Penderitaan fisik yang dialami manusia tentulah diatasi secara medis untuk mengurangi atau menyembuhkan. Sedangkan penderitaan psikis, penyembuhannya terletak  pada kemampuan si penderita dalam menyelesaikan soal soal psikis yang dihadapinya. Sekali lagi semuanya itu merupakan “resiko” karena seseorang mau hidup. Sehingga enak atau tidak enak, bahagia atau sengsara merupakan dua sisi atau masalah yang wajib diatasi.

E. SIKSAAN
            Siksaan artinya sebagai siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan rohani atau jiwa. Akibat yang dialami seseorang, maka timbulah penderitaan.
            Di dalam kitab suci diterangkan jenis dan ancaman siksaan yang dialami seseorang di akhirat nanti, yaitu siksaan bagi orang orang yang syirik, musrik, dengki, memfitnah, mencuri, makan harta anak yatim dan sebagainya. Surah Al Ankabut ayat 40 menjelaskan bahwa :
            “ Masing masing bangsa itu kami siksa dengan ancaman siksaan, karena dosa dosanya. Ada di antara kami hujani dengan batu batu kecil seperti kaum Aad, ada yang diganyang dengan halilintar bergemuruh dahsyat seperti kaum Tsamud, ada pula yang kami benamkan ke dalam tanah seperti Qorun, dan ada pula yang kami tenggelamkan yaitu Kaum Nuh. Dengan siksaan siksaan tersebut, Allah tidak akan menganiaya mereka, namun mereka jualah yang menganiaya diri sendiri, karena dosa dosanya.”
            Siksaan yang bersifat psikis, misalnya kebimbangan, kesepian dan ketakutan.
            Kebimbangan dialami oleh seseorang bila ia pada suatu saat tidak dapat menentukan pilihan yang mana yang akan diambil. Misalnya siapakah dari kawannya yang akan dijadikan sebagai istri. Akibat dari itu manusia seseorang berada dalam keadaan tidak menentu, sehingga ia merasa tersiksa dalam hidupnya. Bagi orang yang lemah pikirannya, masalah kebimbangan akan lama dialaminya, sehingga siksaan itu berkepanjangan. Tetapi bagi orang yang cepat berpikir, masalah yang dihadapi akan cepat teratasi.
            Kesepian dialami oleh seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya sendiri atau jiwanya walaupun lingkungan di sekitarnya ramai. Kesepian juga merupakan penderitaan yang dialami seseorang. Kesepian harus cepat teratasi agar seseorang tidak terus menerus mengalami penderitaan batin. Salah satunya manusia harus mencari kawan agar mengalahkan rasa kesepian. Pada umumnya, orang yang dapat dijadikan “kawan duka” adalah orang yang dapat mengerti dan menghayati kesepian yang dialami oleh sahabatnya.
            Ketakutan merupakan bentuk lain yang dapat menyebabkan seseorang yang mengalami siksaan batin. Bila rasa takut dibesar besarkan yang tidak pada tempatnya, maka disebut phobia. Banyak sebab orang mengalami rasa ketakutan, antara lain :
·         Claustrophobia atau Agoraphobia
Claustrophobia adalah rasa takut terhadap ruangan tertutup. Sebaliknya, agoraphobia merupakan rasa takut terhadap ruangan terbuka.
·         Gamang
Gamang adalah rasa takut terhadap tempat yang tinggi.
·         Kegelapan
Kegelapan merupakan suatu ketakutan seseorang bila ia berada di tempat yang gelap. Rasa takut itu muncul sesuatu yang ditakuti.
·         Kesakitan
Kesakitan merupakan ketakutan yang disebabkan oleh rasa sakit yang dialami.
·         Kegagalan
Kegagalan merupakan ketakutan dari seseorang disebabkan karena merasa bahwa apa yang akan dijalankan mengalami kegagalan. Seseorang yang pernah patah hati, akan merasa trauma karena takut dalam percintaannya mengalami kegagalan.
Apa yang membuat seseorang menjadi phobia ?
            Ahli ahli medis mempunyai pendapat yang berbeda beda dan banyak penderita yang mempunyai teori tentang asal mula dari ketakutan mereka. Kebanyakan seseorang phobia karena tekanan pada waktu tertentu.
            Ahli ahli ilmu jiwa cenderung berpendapat bahwa phobia adalah suatu gejala dari suatu problema psikologis yang mendalam, yang harus dihadapi atau ditemukan sebelum phobia nya hilang. Sebaliknya ahli ahli yang merawat tingkah laku percaya bahwa suatu phobia problemanya dan tidak perlu menemukan sebab sebabnya supaya mendapat perawatan dan pengobatan. Kebanyakan ahli ahli setuju bahwa phobia disebabkan karena si penderita mengalami ketakutan terus menerus.
 
F. KEKALUTAN MENTAL
            Penderita batin disebut juga dengan kekalutan mental. Kekalutan mental disebabkan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga si penderita bertingkah laku kurang wajar.
            Gejala gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :
·         Nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, demam, sesak napas, nyeri pada lambung.
·         Nampak pada kejiwaannya, dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu dan suka marah.
Tahap tahap seseorang mengalami gangguan kejiwaan :
·         Gangguan kejiwaan nampak pada gejala kehidupan baik rohani maupun jasmani
·         Usaha mempertahankan diri dengan cara negatif
·         Kekalutan merupakan mental breakdown dan si penderita mengalami gangguan.

Sebab sebab timbulnya kekalutan adalah :
·         Kepribadian yang lemah, si penderita merasa rendah diri sehingga bisa menghancurkan mentalnya.
·         Terjadinya konflik sosial budaya, tidak dapat menyesuaikan diri dengan norma yang ada di sekitarnya.
·         Cara pematangan batin salah dengan memberikan reaksi sosial yang berlebihan atau over acting sebagai overcompasatie.
 
Proses proses kekalutan yang dialami seseorang bisa mendorongnya ke arah:
·         Positif, trauma (luka jiwa) yang dialami dijawab secara  baik sebagai usaha agar tetap survive dalam hidup.
·         Negatif, trauma (luka jiwa) diperlarutkan, sehingga si penderita mengalami frustasi.
Bentuk Frustasi antara lain :
·         Agresi, kemarahan yang meluap luap akibat emosi yang tidak terkendali. Dan secara fisik berakibat hypertensi (tekanan darah tinggi).
·         Regresi, pola reaksi yang primitif atau kekanak kanakan (infatil).
·         Fiksasi, pembatasan pada suatu pola yang sama, contoh : memukul dada sendiri, membenturkan kepala pada benda yang keras, membisu dan lain lain.
·         Identifikasi, menyamakan diri dengan orang yang lebih sukses, contoh menyamakan kecantikan dengan artis idolanya.
·         Narsisme, self love berlebihan. Merasa yang bersangkutan lebih superior daripada yang lain.
·         Autisme, gejala menutup diri pada dunia nyata, tidak mau berkomunikasi dengan orang lain, asyik dengan dunianya sendiri yang menyebabkan yang bersangkutan menjurus ke sifat yang sinting.
 
Penderita kekalutan banyak terjadi dalam lingkungan seperti :
·         Kota kota besar, yang memberi tantangan hidup yang berat
·         Anak anak muda, yang tidak berhasil mencapai keinginannya.
·         Wanita, pada umumnya wanita merasakan masalah dibawa di dalam hatinya.
·         Orang yang tidak mempunyai agama (atheis)
·         Orang yang terlalu ambisius atau yang mengejar materi, seperti pedagang
Penderitaan yang dialami manusia merupakan beban berat, bagi mereka yang tidak kuat menghadapinya, lebih memilih jalan pintas contohnya bunuh diri.
G. PENDERITAAN DAN PERJUANGAN
            Penderitaan dikatakan sebagai kodrat manusia, artinya sudah menjadi konsekuensi manusia hidup, bahwa manusia yang hidup tidak hanya ditakdirkan untuk bahagia tetapi untuk menderita. Karena itu manusia hidup tidak boleh pesimis harus optimis ia harus berusaha mengatasi masalahnya. Allah berfirman dalam Al Qur’an dalam Surah Arradu ayat 11: “Tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaum, kecuali kaum itu sendiri yang merubahnya.”
Pembebasan dari penderitaan pada hakekatnya meneruskan kelangsungan hidup. Caranya ialah berjuang menghadapi tantangan hidup dalam alam lingkungan, masyarakat sekitar dengan waspada dan disertai doa kepada Allah SWT supaya terhindar dari mara bahaya dan malapetaka. Manusia hanya merencanakan dan Tuhan yang menentukan.
 
H. PENDERITAAN, MEDIA MASSA DAN SENIMAN
            Dalam dunia modern penderitaan terjadi kemungkinan sangat besar. Hal ini telah dibuktikan oleh kemajuan teknologi dan sebagainya. Media massa merupakan alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakat. Tetapi tidak kalah pentingnya komunikasi dilakukan para seniman melalui karya seni sehingga para pembaca dapat menghayati penderitaan sekaligus keindahan karya seni.
 
I. PENDERITAAN DAN SEBAB SEBABNYA
Penderitaan manusia dapat diperinci sebagai berikut:
·         Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia
Penderitaan yang menimpa manusia karena perbuatan buruk manusia dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia dan dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya. Penderitaan ini kadang disebut nasib buruk. Perbuatan buruk manusia kepada orang lain dapat juga menjadi penderitaan.
·         Penderitaan yang timbul karena penyakit, adzab / siksaan Allah
Cara mengatasinya adalah dengan kesabaran, tawakal dan optimisme dapat merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan itu.
J. PENGARUH PENDERITAAN
Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam macam dan sikap dalam dirinya, bisa pengaruh positif atau negatif. Pengaruh negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, kecewa, putus asa, ingin bunuh diri. Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan tetapi perjuangan membebaskan diri dari penderitaan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah dan lain sebagainya.
 
           
BAB III
 
KESIMPULAN
 
 
Kesimpulan dari topik pembahasan ini adalah setiap manusia mempunyai penderitaan berbagai macam, baik ringan maupun berat. Manusia diciptakan tidak hanya untuk bersenang senang tetapi untuk menderita. Hanya saja bagaimana cara manusia mengatasi penderitaan tersebut. Penderitaan adalah bagian manusia yang bersifat kodrati. Manusia adalah makhluk yang berbudaya, dengan budayanya itu ia berusaha mengatasi penderitaan yang mengancam. Hal ini membuat manusia lebih kreatif, bagi si penderita maupun bagi orang lain yang melihatnya. Untuk mengatasi penderitaan berserah diri kepada Allah SWT, karena manusia hanya berencana tetapi yang menentukan semuanya hanya Allah SWT. 
 
 

 
DAFTAR PUSTAKA

 

Nugroho, Widyo. Ilmu Budaya Dasar. Gunadarma. Jakarta:1994.





By :

Asri Safirannisa
1 IA 02
 
 
 
 
 

 

Manusia dan Kegelisahan


BAB I 

PENDAHULUAN

A.      LATAR BELAKANG

Manusia dalam hidupnya tak lepas dari permasalahan. Manusia dalam hidupnya pasti pernah mengalami kegelisahan. Gelisah tergolong penyakit batin, penyakit ini dapat menyerang siapa saja, dari golongan apa, Bila dibandingkan dengan rasa takut, daerah operasinya lebih luas. Sebab orang yang pemberani, tak mungkin diserang oleh rasa takut. Atau orang yang mempunyai obat penangkal takut juga tidak akan dijamahnya. Umpama orang yang pernah mengerjakan perbuatan salah sudah pasti tidak akan takut untuk dituntut. Begitu pula seorang yang kaya, pasti tidak akan takut kelaparan, dan sebagainya. Tetapi walaupun benar, kaya, pandai, jujur, dan sebagainya pasti akan dilanda perasaan gelisah.

Kegelisahan merupakan rasa kekhawatiran yang ada dalam diri manusia, rasa ini disebabkan karena kurang tentramnya jiwa seseorang tersebut, atau rasa tidak tenang (tidak sabar) yang menyebabkan rasa gelisah ini mincul. Pada hakekatnya sebab-sebab orang gelisah disebabkan karena rasa takut pada hak-haknya. Namun terlepas dari itu usaha untuk mengatasi kegelisan sangatlah perlu. Yaitu dengan dimulai dari diri kita sendiri, dengan bersikap tenang dan tidak terbawa pengaruh emosi dalam jiwa kita. Karena jiwa kita sendirilah yang dapat kita kontrol untuk terlepas dari rasa kegelisahan.

Kegelisahan yang sering terjadi pada manusia adalah disaat seseorang pernah melakukan sebuah perbuatan buruk. Hal ini lah yang membuat seseorang mengalami kegelisahan. Hatinya tidak tenang, dia merasa cemas. Karena terlalu memikirkan perbuatan buruk yang sudah dilakukannya. Akhirnya orang tersebut terlihat murung, menyendiri dan merasa kesepian dan terasing.


B.       RUMUSAN MASALAH

Adapun rumusan masalah yang akan kami bahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut :

1.      Apakah pengertian kegelisahan?

2.      Apakah faktor penyebab terjadinya kegelisahan?

3.      Bagaimana cara mengatasi kegelisahan?

4.      Apa saja bentuk – bentuk kegelisahan?
 

C.      TUJUAN MAKALAH
Berikut tujuan disusunnya makalah ini antara lain:

1.      Untuk mengetahui pengertian kegelisahan

2.      Untuk mengetahui penyebab terjadinya kegelisahan

3.      Untuk mengetahui cara mengatasi kegelisahan

4.      Untuk mengetahui bentuk – bentuk kegelisahan



 
BAB II
PEMBAHASAN
 
C. MACAM MACAM KEGELISAHAN
§  Kecemasan Obyektif
Kecemasan tentang kenyataan adalah suatu pengalaman perasaan akibat pengamatan atau suatu bahaya dalam dunia luar. Bahaya adalah sikap keadaan dalam lingkungan seseorang yang mengancam untuk mencelakakanya. Pengalaman bahaya dan timbulnya kecemasan mungkin dari sifat pembawaan, dalam arti kata, bahwa seseorang mewarisi kecenderungan untuk menjadi takut kalau ia berada dekat dengan benda benda tertentu atau keadaan tertentu dari lingkungannya.
Kenyataan yang pernah dialami seseorang, misalnya seorang anak pernah dicabuli oleh lelaki yang tidak bertanggung jawab, sehingga membuat si anak takut bila melihat lelaki saat ia sendiri, terlebih jumlahnya banyak. Kecemasan akibat dari kenyataan yang pernah dialami sangat terasa apabila kenyataan tersebut mengancam eksitensi hidupnya. Karena seseorang tidak mampu mengatasinya waktu itu, timbulah stress. Kecemasan yang dialami oleh bayi atau anak kecil dan sangat berkesan akan nampak kembali saat ia sudah dewasa.
§  Kecemasan noeritis
Kecemasaan ini timbul karena pengamatan tentang bahaya dari naruniah. Menurut Sigmund Freud, kecemasan ini dibagi menjadi tiga macam, yakni :
ü  Kecemasan yang timbul karena penyesuaian diri dengan lingkungan, kecemasan ini timbul karena orang itu takut akan bayangannya sendiri, sehingga menekan dan menguasai ego. Kecemasan ini menjadi sifat dari seseorang yang gelisah, yang selalu mengira bahwa sesuatu yang hebat akan terjadi.
ü  Bentuk ketakutan yang tegang dan irrasional (phobia). Bentuk khusus dari phobia adalah bahwa intesitet ketakutan melebihi proporsi yang sebenarnya dari obyek yang ditakutkannya.
ü  Rasa takut lainnya adalah, rasa gugup, gagap, dll. Reaksi ini muncul secara tiba tiba tanpa ada provokasi yang tegas. Reaksi gugup ini adalah perbuatan mereadakan diri yang bertujuan untuk membebaskan seseorang dari kecemasan neoritis yang sangat meyakitkan dengan jalan melakukan sesuatu yang dikehendaki oleh id meskipun ego superego melarangnya.
§  Kecemasan Moril
Kecemasan moril disebabkan karena pribadi seseorang. Tiap pribadi memiliki berbagai macam emosi antara lain, iri, benci, dendam, dengki, marah, gelisah, cinta, rasa kurang puas. Sifat tersebut merupakan sifat tidak terpuji, bahkan mengakibatkan manusia akan merasa khawatir, takut, cemas, gelisah dan putus asa.

D. SEBAB SEBAB ORANG GELISAH
            Apabila kita kaji, sebab sebab orang gelisah adalah karena pada hakekatnya orang takut kehilangan hak haknya atau bisa juga karena stress.  Hal itu disebabkan karena bahaya itu mengancam akan hilangnya beberapa orang sekaligus.
E. USAHA USAHA MENGATASI KEGELISAHAN
Cara mengatasi kegelisahan, harus dimulai dari diri sendiri. Yaitu kita bersikap tenang, dengan bersikap tenang kita juga dapat berpikir tenang, sehingga kita dapat mengatasi kesulitan.
Untuk mengatasi kegelisahan yang paling ampuh kita memasrahkan diri kepada Allah SWT. Kita pasrahkan nasib kepada-Nya. Kita harus percaya bahwa Allah SWT Maha Kuasa, Maha Pengasih, Maha Penyayang, dan Maha Pengasih.
 
F. KETERSAINGAN
            Ketersaingan berasal dari kata terasing, kata itu adalah dari kata dasar asing. Kata asing berarti sendiri, tidak dikenal orang sehingga kata terasing berarti, tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan dari orang lain. Jadi keterasingan berarti hal hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari pergaulan, terpencil atau terpisah orang lain.
            Ketersaingan adalah bagian hidup dari manusia. Sebentar atau lama orang pernah mengalami ketersaingan, sudah tentu dengan sebab dan kadar yang berbeda satu sama lain.
            Yang menyebabkan orang berada dalam ketersaingan itu ialah perilakunya yang tidak dapat diterima atau tidak dapat dibenarkan oleh masyarakat, sehingga ia sulit menyesuaikan diri.
            Orang yang bersikap angkuh, sombong, besar kepala, tidak menghormati orang lain selalu akan tersisih dari pergaulan, karena perilaku seperti ini tidak disenangi oleh masyarakat. Orang lain akan tersentuh nilai nilai kemanusiaannya, apabila bergaul dengan orang yang bersikap sombong, angkuh, tidak menghormati orang lain. Karena itu ia dibenci oleh masyarakat, sehingga ia terasingkan. Kesalahan yang dibuat seseorang juga dapat membuat keterasingan, karena itu ia merasa gelisah.
 
G. KESEPIAN
            Kesepian berasal dari kata sepi yang berarti sunyi, lengang, sehingga kata kesepian berarti merasa sunyi, lengang, tidak berteman. Setiap orang pernah mengalami kesepian, karena kesepian adalah bagian dari kesepian, lama kelamaan rasa sepi itu bergantung kepada mental seseorang dan kasus penyebabnya.
Sebab sebab Kesepian :
Bermacam macam penyebab kesepian, frustasi juga dapat mengakibatkan kesepian. Dalam hal seperti itu, orang tidak mau diganggu, lebih senang menyendiri, tidak suka bergaul, dan sebagainya.
Orang yang frustasi menyebabkan rendah diri, sengaja menjauhi keramaian, kebalikan dengan orang yang sombong. Orang yang bersikap rendah diri, pemalu, minder, merasa dirinya kurang berharga dibandingkan dengan orang lain, maka orang itu lebih sering menyendiri. Akibatnya ia merasa kesepian.
 
H. KETIDAKPASTIAN
            Ketidakpastian berasal dari kata tidak pasti, artinya tidak menentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu arah yang jelas, tanpa asal usul yang jelas. Ketidakpastian berarti keadaan tidak menentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu arah yang jelas, tanpa asal usul yang jelas. Itu semua disebabkan karena pikiran tidak dapat konsentrasi. Ketidak konsentrasian disebabkan oleh berbagai sebab, yang jelas pikirannya kacau.
Sebab sebab Ketidakpastian :
Orang yang pikirannya terganggu tidak dapat lagi berpikir teratur, tidak bisa mengambil kesimpulan.  Dalam berpikir, manusia dapat menerima rangsang rangsangan lain, sehingga jalan pikirannya terganggu atau kacau oleh rangsang rangsangan baru. Kalau ia bisa berpikir dengan baik akan memakan waktu yang lama. Mereka menampakkan tanda tanda obsesi, phobia, delusi, gerakan gemetar, kehilangan pengertian, kehilangan untuk menangkap sesuatu.
Beberapa sebab orang tidak dapat berpikir pasti ialah :
Ø  Obsesi, ialah gejala neurosa jiwa, yaitu adanya pikiran atau perasaan tertentu terus menerus. Biasanya tentang hal hal yang tidak menyenangkan. Misalnya selalu berpikir ada orang yang ingin menjatuhkan dia.

Ø  Phobia, ialah rasa takut yang tak terkendali, tidak normal, terhadap sesuatu hal atau kejadian yang tanpa diketahui sebab sebabnya.
 
Ø  Kompulasi, adalah keragu-raguan tentang apa yang telah dikerjakan, sehingga dorongan yang tak disadari melakukan perbuatan yang serupa berkali kali.
Ø  Histeria, ialah neorosa jiwa yang disebabkan oleh tekanan mental, kekecewaan, pengalaman pahit yang menekan, kelemahan syaraf, tidak mampu menguasai diri, sugesti dari sikap orang lain.
Ø  Delusi, menunjukkan sikap yang tidak beres, karena berdasarkan suatu keyakinan palsu.
Delusi dibagi menjadi 3 macam :
1.    Delusi persekusi, menganggap keadaan sekitar jelek.
2.    Delusi keagungan, menganggap dirinya itu besar dan penting. Sehingga ia menjadi gila hormat. Yang membuat ia dijauhi oleh orang lain.
3.    Delusi Melancholis, merasa dirinya berdosa, bersalah dan hina. Hilangnya kesadaran dan menyebabkan otot otot tidak berkuasa.
Ø  Halusinasi, khayalan yang terjadi tanpa adanya rangsangan panca indera. Kadang kadang karena halusinasi orang merasa dapat tekanan.
 
Ø  Keadaan emosi, dalam keadaan tertentu orang sangat berpengaruh kepada emosi, sikapnya dapat apatis atau terlalu gembira dengan gerakan lari larian, nyanyian, ketawa atau bicara. Sikap ini dapat berupa kesedihan yang mendalam, tidak semangat, gelisah, resah, gundah gulana, suka mengeluh, termenung, menyendiri.
I.              USAHA USAHA PENYEMBUHAN KETIDAKPASTIAN
Untuk dapat menyembuhkan keadaan itu bergantung kepada si mental penderita. Jalan yang terbaik bagi si penderita ialah diajak pergi ke psikologi atau psikiater. Andaikata mereka sadar, kesembuhan itu adalah karena pengalaman. Jadi yang menyembuhkan adalah masyarakat sekitarnya  dan dirinya sendiri.
 

 

BAB III
KESIMPULAN
 
Kesimpulan dari topik pembahasan ini adalah setiap manusia mempunyai rasa gelisah, maka saya dapat menyimpulkan bahwa kegelisahan merupakan bagian hidup manusia. Tiap manusia, dengan tidak memperdulikan  segala latar belakang dan kemampuannya, pasti akan mengalami kegelisahan, entah sebentar atau lama, relative ringan ataupun berat. Yang demikian ini boleh jadi sangat wajar mengingat manusia mempunyai hati dan perasaan.
Apabila manusia tidak bisa menjaga hakikat dirinya dan hakikat hidupnya maka yang timbul adalah kegelisahan .sumber dari kegelisahan adalah hawa nafsu dan sikap pamrih (tidak ikhlas). Kedua hal ini akan menyebabkan munculnya sikap keserakahan dan konflik yang juga memunculkan ketakutan, kekecewaan, dan pada akhirnya adalah kegelisahan.
Adapun bentuk-bentuk kegelisahan berupa keterasingan, kesepian, dan ketidakpastian mempunyai hubungan yang erat dan mempengaruhi satu sama lain. Keterasingan dalam satu dan lain kesempatan bisa membuahkan kegelisahan. Dan sebaliknya, kegelisahan yang begitu hebat bisa saja menimbulkan keterasingan. Kemudian dari keterasingan yang dialami seseorang  bisa saja menciptakan kondisi kesepian dan karena kesepian itupun bisa saja menimbulkan ketidakpastian. Keterasingan bisa jadi merupakan  perilaku sosiopatik dan sikap apatis yang tidak menyadari bahwa manusia adalah makhluk yang bermasyarakat dan tidak bisa hidup sendiri. Untuk mengatasi kegelisahan yang dialami manusia, cara yang paling ampuh adalah kita dituntut untuk bersifat qana’ah (berpikir positif) dan uswatun hasanah kembalikan semuanya kepada Allah SWT dan selalu mengingat-Nya.


DAFTAR PUSTAKA
 

Nugroho, Widyo. Ilmu Budaya Dasar. Gunadarma. Jakarta:1994.

 

http://manusiadankegelisahan77.blogspot.com/

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

B.      
C.